Maggot BSF Sebagai Pakan Berkelanjutan untuk Pakan Unggas

 

Ayam Pelung

 

Di alam liar, serangga adalah bagian alami dari sumber makanan bagi spesies unggas namun saat ini hanya burung saja yang dipelihara saja yang diberi pakan serangga. industri peternakan sedang menghadapi tantangan untuk memberi makan populasi dunia yang semakin meningkat dan masalah ini perlu diatasi secepat mungkin, oleh karena itu kebutuhan protein untuk memberi makan ternak akan semakin meningkat, seiring itu juga limbah yang dihasilkan oleh hewan ternak semakin besar.

Jadi bagaimana jika serangga ini dapat digunakan secara luas untuk menghasilkan sumber protein yang efektif secara biaya dan banyak tersedia sebagai pakan ternak unggas?, solusinya adaah Lalat prajurit hitam (BSF) (Hermetica illucens). BSF dapat di budidayakan dan mencapai ukuran yang pas untuk pakan ternak unggas, BSF ini memiliki siklus hidup yang mengesankan BSF betina dapat bertelur 500 hingga 750 telur sementara larva yang menetas berat badannya dapat meningkat lebih dari 400 kali hanya dalam beberapa hari dan BSF inidapat berkembang dari telur menjadi dewasa dalam 45 hari. BSF ini sudah banyak dibudidayakn dalam skala industri dan sudah mulai digunakan sebagai pengganti tepung ikan.

Produksi BSF dalam skala besar bukan hanya tentang penyelamatan ingkungan dari sampah, tetapi sudah menjadi subjek diskusi untuk Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan berbagai lembaga penelitian internasional karena bertujuan untuk menciptakan dan menjamin kualitas dan keamanan pakan ternak unggas dari BSF. Pakan ternak unggas dari BSF ini mengandung kadar treonin, valin, isoleusin dan leusin yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tepung ikan, selain itu juga BSF sebagai pengurai limbah organik yang dihasikan dari kotoran hewan menjadi kompos, keunggulan lain dari budidaya BSF ini menurut para peneliti, lalat BSF tidak akan menyebarkan penyakit menular.

BSF ini dapat sebagai solusi untuk memberi makan 9 miliar orang yang hidup di bumi pada tahun 2050. Peningkatan produksi makanan berarti tekanan pada tanah, air dan sumber daya energi. BSF dapat memproduksi protein dan gizi untuk unggas yang tidak bersaing dengan produksi makanan manusia. BSF memiliki potensi untuk menghasilkan 200 kali jumlah protein per hektar per tahun dibanding kedelai dan tidak membutuhkan tanah yang subur. Selain itu BSF dapat mengurai biomassa limbah organik dan mengubahnya menjadi sumber protein berkualitas untuk pakan unggas.

Berbagai uji coba oleh para peneliti di seluruh dunia BSF sebagai pakan ternak unggas telah diterbitkan sejak tahun 1970 dan telah menemukan bahwa tepung maggot BSF sangat baik untuk pertumbuhan pada anak ayam (DOC). Baru-baru ini, sebuah percobaan membandingkan hasil anak ayam pedaging yang diberi pakan yang mengandung bungkil kedelai, tepung ikan atau tepung larva BSF pada tahap 5 hingga 6 persen. Hasil menunjukkan bahwa tepung BSF menghasilkan tingkat pertumbuhan yang sama untuk tepung ikan pada periode starter dan sama dengan kedelai pada fase pertumbuhan.

Maggot BSF telah sukses digunakan dalam banyak percobaan pada ayam broiler, dalam satu contoh, ayam broiler yang diberi pakan maggot BSF segar sebesar 25 persen dari pakan utama dapat menghasilkan bobot ayam yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian pakan dengan tepung ikan. Maka dari itu maggot BSF (dibuat tepung atau segar) ini adalah solusi pakan aternatif yang berkelanjutan bagi para peternak unggas.

(Adi | Koloni)