Ternyata Maggot BSF Bisa Membantu Menyelamatkan Dunia !

 

Menggunakan maggot BSF untuk mengubah limbah organik menjadi makanan berprotein tinggi bagi pakan ternak adalah industri yang sedang berkembang dan dengan cepat menjadi komponen peternakan yang berkelanjutan dan menjanjikan. Jika ide ini membuat anda merasa jijik, mungkin anda akan merasa puas makan daging dari hewan yang diberi pakan oleh maggot BSF 😀

Sejumlah perusahaan di seluruh dunia melihat manfaat dari mengubah serangga diantaranya cacing, jangkrik, dan Black Soldier Fly (Hermetia illucens), menjadi pakan hewani yang tinggi protein untuk ikan, sapi dan ayam. Protein yang berasal dari serangga ini adalah pakan ternak baru sehingga menjadikannya peluang yang menjanjikan karena serangga dalam biaya budidaya sangat efisien, kaya nutrisi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Salah satunya adalah Black Soldier Fly atau disingkat BSF telah menjadi serangga yang menarik untuk dikelola dalam skala industri karena BSF bisa tumbuh cepat dan bereproduksi dalam jumlah besar. Dalam kondisi yang tepat, seekor BSF betina dapat bertelur sekitar 500 telur dan dalam waktu hanya sekitar dua minggu setelah menetas untuk tumbuh ke tahap larva akhir yaitu pra-pupa yang siap untuk dipanen dan digunakan sebagai pakan ternak.
Pada tahap ini, maggot BSF mengandung sejumlah besar asam amino esensial dan asam lemak yang berharga.

Maggot BSF bisa dikeringkan dan menjadi tepung atau diolah menjadi minyak yang dimurnikan atau protein khusus yang terkonsentrasi tergantung pada kebutuhan dan kemudian dikombinasikan dengan bahan lain untuk membuat pakan untuk ikan. Protein maggot BSF sudah menjadi bagian alami dari diet ikan dan dalam banyak kasus ikan tumbuh lebih cepat diberi pakan protein maggot BSF daripada protein protein yang bersumber dari protein lainnya, ini adalah langkah pertama dalam mengatasi kelaparan dunia tanpa berdampak negatif terhadap lingkungan.

BSF dapat secara efektif mengubah berton-ton sampah organik menjadi berton-ton protein maggot BSF dan bisa pula untuk pupuk organik. Petani ikan yang memberi pakan menggunakan tepung ikan dan dicampur bahan lainnya seperti tepung jagung atau kedelai, ini sangat tidak efisien dan merugikan lingkungan. menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), dibutuhkan 1,3 kg ikan untuk membuat tepung ikan yang diperlukan untuk menghasilkan satu 1 kg salmon dan Secara keseluruhan kurang lebih 10 persen dari produksi ikan global pakannya menggunakan tepung ikan.

Itu menjelaskan mengapa sepertiga stok ikan komersial digali pada tingkat yang tidak berkelanjutan. Di Laut Mediterania dan Laut Hitam, hampir 60 persen stok ikan ditangkap secara berlebihan, laporan Badan PBB untuk Perikanan dan Budidaya Dunia, budidaya protein serangga telah disetujui sebagai pakan untuk ikan dan unggas di Cina, Kanada, Australia, dan Afrika Selatan. Karena budidaya serangga menurunkan ketergantungan global pada tepung ikan yang terbuat dari ikan, mereka juga dapat mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan sampah. Kira-kira sepertiga dari makanan yang diproduksi di dunia untuk konsumsi manusia setiap tahun – sekitar 1,3 miliar ton – terbuang sia-sia, menurut FAO.

Tetapi perubahan itu tidak akan terjadi dalam waktu semalam, pada saat yang sama, peraturan=peraturan yang menghambat tujuan mulia ini harus segera diperbarui serta rantai pasokan dan sistem distribusi perlu menjadi lebih fleksibel, sehingga tujuan untuk menyelamatkan dunia dari ancaman kekurangan pangan bisa teratasi sejak dini.

(Adi | Koloni)