Maggot BSF Dapat Menghemat Pakan ternak

 

 

Foto tribunnews.com

Black soldier fly (BSF) berhasil menarik perhatian peneliti dan praktisi di dalam dan luar negeri. Kandungan protein BSF cukup tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan alternatif pakan ternak. Ketersediaannya pun banyak sebab para peternak juga dapat membudidayakannya. Peternak hanya perlu memberi limbah sayur-mayur sebagai pakan.

Dalam waktu singkat larva BSF kaya protein dan lemak. Saat ini, peternak mulai memanfaatkan larva BSF sebagai pakan ikan dan unggas skala kecil, menengah, maupun besar. Ikan lele yang mengonsumsi pakan berupa prapupa BSF tumbuh dengan baik. Begitu juga dengan ikan nila dan ikan trout. Kontribusi magot atau larva BSF sangat signifikan karena kandungan protein sangat tinggi, berkisar 40 – 45 %.

Para peternak sebaiknya memanen maggot BSF pada fase prepupa jika ingin dimanfaatkannya sebagai pakan ternak. Ada dua cara pemberian maggot BSF sebagai pakan ternak. Peternak dapat memberikan prepupa ke hewan ternak secara langsung maupun mengolah terlebih dahulu. Sebab, beberapa hewan ternak kurang menyukai prepupa 100%.

Pemberian maggot BSF segar kepada hewan ternak terbukti meningkatkan produktivitas ternak. Pertumbuhan ternak lebih cepat dan otomatis masa produksi lebih singkat. Adapun pemberian dalam bentuk olahan berupa tepung langkah yang lebih baik. Sebab, peternak dapat menyimpan bahan dan penyimpanan pun lebih mudah dan tahan lama selain itu bila proses tepung melalui fermentasi, kandungan nutrisi meningkat tajam dan lebih mempercepat pertumbuhan ternak.

Maggot BSF mampu mensubstitusi penggunaan tepung ikan yang harganya relatif mahal. Pakan hasil fermentasi mempunyai keunggulan karena prosesnya memecah molekul jadi lebih sederhana dan halus. Selain itu penyerapan oleh usus lebih cepat. Hal itu dapat meningkatkan laju pertumbuhan ternak. Maggot BSF memberikan banyak keuntungan bagi peternak. Lingkungan lebih bersih dan sehat karena maggot BSF amat cepat mengurai sampah organik. Maggot BSF menjadi solusi untuk menekan biaya pakan, menekan kuantitas sampah organik, dan menjadi sumber protein tinggi bagi para peternak.

Sebanyak 70% dari komponen biaya produksi pada peternak berupa pakan. Hal itu tak lepas dari makin mahalnya pakan pabrik, yakni tepung ikan.Jika peternak menggunakan maggot BSF maka estimasi penghematan dari sisi pakan mencapai 25 hingga 50%. Itu dengan asumsi 70% biaya budidaya berupa pakan.

Hasil penelitian penggunaan maggot BSF sebagai substitusi pakan komersial juga telah dilaporkan oleh beberapa peneliti. Maggot BSF dapat menggantikan 50% pakan komersial. Maggot BSF berpeluang sebagai pakan ikan atau untuk mensubstitusi tepung ikan. Ia mempunyai kandungan nutrisi mirip dengan tepung ikan terutama tepung ikan lokal dan dapat diproduksi dalam volume besar dalam waktu yang singkat dan berkesinambungan.

Kadar protein maggot BSF lebih rendah daripada tepung ikan impor dan tepung ikan lokal. Namun, kandungan protein media tumbuh sangat menentukan kadar protein dan umur panen maggot BSF. Jumlah 10.000 larva dapat menghabiskan 1 kg makanan organik dalam 24 jam. Jika satu ekor betina dapat menghasilkan 500 telur, maka hanya butuh 20 ekor betina yang bertelur untuk menghasilkan 10.000 larva untuk mereduksi 1 kg sampah organik setiap hari.

(Adi | Koloni)