Cara Mengolah Sampah Dengan Maggot BSF

 

Pengolahan sampah organik

 

Larva pada umumnya sangat toleran terhadap jenis makanannya. Namun, tetap penting untuk memastikan apakah sampah organik yang diterima di fasilitas sesuai untuk dimakan oleh larva. Sebagian besar bahan organik dengan kandungan air sebanyak 60% sampai 90% dan dengan ukuran partikel yang spesifik pasti akan dicerna. Di bawah ini dapat dilihat daftar sampah organik yang menghasilkan pertumbuhan dan konversi biomassa yang baik :

1.Sampah perkotaan :

• Sampah organik perkotaan
• Sampah makanan dan restoran
• Sampah pasar

2.Pupuk dan feses :

• Kotoran unggas
• Kotoran babi
• Kotoran manusia
• Lumpur tinja

3.Sampah Agro-industri:

• Sampah pengolahan makanan
• Biji-bijian bekas pakai
• Sampah rumah potong hewan

Larva sangat bergantung kepada mikroorganisme simbiotik yang menghancurkan struktur sel dan menyediakan nutrisi bagi larva. Namun, jika kualitas pakannya dibawah optimal, waktu perkembangan larva akan semakin lama, dan berat tubuh akhir larva akan lebih rendah.

Maka sangat penting untuk memperhatikan hal-hal tersebut saat memandang fasilitas BSF dari sudut pandang ekonomi.Panduan ini menggunakan asumsi bahwa “waste sourcing” atau pemetaan sumber sampah untuk fasilitas pengolahan sampah telah dilakukan dengan baik. Sampah organik harus benar-benar murni organik dan dapat diuraikan ole bakteri/organisme hidup lainnya, serta harus memenuhi kriteria jenis-jenis sampah organik yang layak seperti yang telah disebutkan di atas.

Langkah pertama yang dilakukan setelah sampah diterima adalah mengecek kualitas sampah untuk memastikan tidak ada material berbahaya dan bahan non-organik yang terkandung di dalamnya. Beberapa kantung plastik yang ditemukan di dalam sampah mungkin bukan masalah besar karena dapat disortir dan dibuang secara manual. Namun, bahan berbahaya/kontaminan sama sekali tidak boleh ada karena dapat mempengaruhi seluruh organisme hidup: larva, bakteri-bakteri terkait, dan tentu saja para pekerja. Asam, pelarut, pestisida, deterjen, dan logam berat merupakan zat-zat yang termasuk dalam kategori berbahaya dan oleh karena itu harus dijauhkan apabila zat-zat tersebut berupa cairan atau larutan. Ini karena zat-zat tersebut dapat dengan mudah mengontaminasi bahan sampah secara keseluruhan. Jika sampah yang datang diduga mengandung kontaminasi tersebut, maka sampah tersebut harus ditolak.

Apabila kualitas sampah sudah dipastikan, langkah selanjutnya adalah mengecilkan ukuran partikel sampah. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pencacah atau teknologi apapun yang nantinya digunakan, alatnya harus dapat menghancurkan sampah menjadi partikel dengan ukuran diameter kurang dari 1-2 cm. Hal ini dapat membantu mempercepat proses karena bagian mulut larva tidak sesuai menghancurkan gumpalan sampah yang besar. Serta meningkatkan area permukaan dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan bakteri yang berasosiasi dengan BSF.

(Adi | Koloni)