Budidaya Skala Kecil Menengah

 

Screenshot_2018-05-06-17-12-11

Budidaya skala kecil menengah

Berdasarkan tingkat kebutuhan pakan rata-rata para peternak di Indonesia, maka skala budidaya bsf ini cenderung mengarah kepada skala budidaya kecil menengah. Hal pertama yang perlu dilakukan dalam sebelum melakukan budiday bsf ini adalah mengetahui dahulu, pahami dahulu kegiatan budidaya ini, apa yang harus dipersiapkan baik fisik maupun teori serta langkah-langkah yang akan terjadi dikemudian hari ketika budidaya ini berjalan.

Budidaya ini harus dilakukan dengan baik dari segala aspeknya, tidak ada yang sulit dan semua mudah dipelajari, namun budidaya ini memerlukan manajemen yang baik, apalagi jika budidaya ini dilakukan sebagai penunjang kegiatan utama rekan-rekan beternak sebagai penyuplai pakan alternative ternak anda. Berarti akan menjadi kegiatan tambahan yang tidak boleh terganggu dan mengganggu kegiatan yang telah ada sebelumnya.

Penambahan Tenaga kerja mungkin diperlukan, berapa luas lokasi yang diperlukan, apa saja kegiatan yang akan terjadi di dalamnya, semua harus direncanakan dengan baik. kegiatan budidaya bsf akan menjadi kesatuan dalam sebuah lokasi anda menjadi kegiatan terpadu yang harus dilakukan dengan baik.

Persiapan fisik

  1. Kandang

Setelah mempelajari budidaya ini dari hulu sampai hilir, baru melakukan persiapan kebutuhan yang diperlukan. Kandang adalah kebutuhan utama yang diperlukan untuk melakukan budidaya lalat dan bertujuan untuk memproduksi telur-telur sebagai bibit maggot bsf nya.

Perencanaan anda dan skala budidaya yang ditentukan akan mempengaruhi ukuran kandang yang akan dibuat, disamping tentunya kesiapan dari lahan yang ada. Kandang ukuran 2,5m x 4m x 3m (tinggi) cukup untuk memenuhi skala kecil menengah ini dan dapat mengimbangi luasan media maggot sampai 150m2, tapi tentu tidak absolut dan menjadi relative disesuaikan dengan kebutuhan kita selanjutnya.

  1. Media Penetasan

Media penetasan bisa dibuat dari box-box kecil dimana disini telur-telur bsf ditetaskan menjadi larva lalu selanjutnya dipindah ke biopond sebagai media pembesaran.

Tempatkan ruang khusus untuk penetasan ini, tidak harus permanen tetapi memiliki lokasi khusus sehingga tidak berceceran setiap kegiatan di lokasi kita nantinya. Gunakan rak untuk menyusun box-box tersebut sehingga rapi dan tertata dengan baik.

  1. Biopond

Biopond yang digunakan pada skala menengah berbeda ukuran dengan skala rumahan, prinsipnya sama dimana biopond ini memiliki 2 jenis yaitu biopond biasa (tanpa ramp) digunakan sebagai media untuk memproduksi larva muda dan biopond yang memiliki ramp/bidang miring sebagai jalan migrasi prepupa

Ukuran disesuaikan dengan lahan yang ada, rencanakan lokasi biopond ini sehingga nantinya menjadi bagian dalam kegiatan secara utuh yang baik dilihat, dan yang peling penting dan menunjang kinerja dengan maksimal.

  1. Unit pengolahan sampah

Unit pengolahan sampah adalah kegiatan yang otomatis akan muncul di dalam kegiatan dan lokasi budidaya ini karena aktivitas pencarian dan mendapatkan limbah sebagai makanan maggot dilakukan setiap hari. Skala budidaya besar dan berkembang akan mempengaruhi pula kebutuhan akan tempat dan peralatan pada unit pengolahan sampah ini.

Ke empat hal diatas adalah penting untuk diketahui dan dipahami sejak awal memulai kegaitan, tidak perlu terburu-buru untuk memulai, memberikan waktu dan ruang untuk tahap belajar diawal sebelum melangkah bisa jadi justru akan mempercepat langkah selanjutnya. Proses yang akan dilakukan akan lebih efisien, sistematis, dan ekonomis.

 

Persiapan teori kegiatan

Pengetahuan akan setiap kegiatan diperlukan untuk menjamin kelancaran budidaya ini disamping peralatan dan kebutuhan fisik yang diperlukan. Setiap elemen kegiatan akan menentukan keberhasilan dan dari budiaya ini, beberapa hal penting yang harus diketahui secara teori daintaranya adalah :

  1. Pengetahuan tentang bibit yang baik
  2. Tata cara budidaya bsf didalam kandang
  3. Pembuatan kandang bsf yang baik
  4. Proses bsf bertelur
  5. Penetasan telur-telur bsf
  6. Pembesaran maggot
  7. Pembuatan kultur budidaya maggot yang baik
  8. Pembuatan media pembesaran yang baik dan benar
  9. Mengetahui karakter bsf dan maggot pada media
  10. Pengetahuan tentang limbah yang digunakan
  11. Luasan lahan – potensi produksi – cost produksi
  12. Produksi maggot yang diperlukan dan penanganan budidaya
  13. Tata cara menekan biaya / cost produksi maggot
  14. Panen
  15. Tatacara aplikasi maggot terhadap ternak
  16. Paska produksi
  17. Proses pengolahan maggot menjadi pakan ternak lengkap

Walaupun mungkin tidak terlalu detail harus kita ketahui diawal, semuanya harus terbayang dan menjadi bahan diskusi sebelum melakukan budidaya ini. Contoh kecil, semua tidak akan ada artinya kita dapat produksi banyak maggot namun dengan biaya yang tinggi, goal menjadikan maggot bsf ini sebagai pakan alternative yang murah tidak akan tercapai. Malah justru menjadi beban dari pekerjaan / peternakan utama yang sedang dilakukan.

(Adi | Koloni)