Mesin Tetas / inkubator full otomatis digital made in tukang belatung

 

Video ini menjelaskan tentang detail mesin tetas dan berapa harga untuk merakit mesin tetas dengan kapasitas 1300 teur. semoga dengan adanya video ini akan banyak memberikan pengetahuan tentang cara menetaskan telur dengan inkubator otomatis buatan tukang belatung.

Silahkan simak videonya dan jangan lupa untuk like dan comment, serta subscribe untuk mendapatkan video terbaru dari kami.

BioVillage – dari Badung Untuk Indonesia

 

BioVillage | BioCity An Integrated life cycle toward socio economic & cultural improvement for all.

Bali sebagai tujuan wisata dan sudah dianggap sebagai surga yang terhampar di dunia adalah aset yang sangat berharga sekali bagi bangsa Indonesia, dengan pesatnya pertumbuhan kunjungan wisata di Bali baik itu wisatawan mancanegara maupun lokal maka ada beberapa masalah serius yang harus segera ditangani salah satunya adalah masalah sampah baik itu sampah organik maupun anorganik.

Kami dari Koloni BSF Indonesia akhirnya mencetuskan ide untuk membuat BioVillage di Bali, dengan dukungan pemerintah setempat dan masyrakat yang ikut terlibat, pengolahan sampah menjadi sebuah edukasi bahwa sampah tidak selamanya kotor dan berbau tapi bisa bermanfaat bagi lingkungan, para peternak lokal, bahkan petani pun bisa mengambil manfaat dari BioVillage ini.

BioVillage adalah aktualisasi dari apa yang kami pahami dan yakini akan membawa perubahan besar dalam menangani permasalahan limbah secara masif. Buat kami ini adalah sebuah pekerjaan besar yang menguras banyak energi – waktu, biaya, tenaga, fikiran. Sudah 1 tahun lebih sampai saat ini kami menyusun langkah, membuat perhitungan, design, melakukan observasi & analisa, membangun, program sampai akhirnya kami dapat menayangkan video ini.

BioVillage adalah sebuah penerapan ilmu dengan teknis yang mudah dan tidak memerlukan ROCKET SCIENCE, namun bagi kami ini adalah sebuah implementasi yang kami anggap sebagai “art”. Penerapannya melalui proses membangun kepercayaan, membangun motivasi, serta “merangkai” banyak stakeholder untuk dapat bekerjasama dalam satu visi dan misi adalah hal lain yang juga menguras energi.

Ini adalah video dengan durasi menit yang panjang, namun ini adalah bagian dari serangkaian video yang kami buat setahap demi setahap, untuk menjadi referensi untuk membuat BioVillage di daerah lain di Indonesia.

BioVillage – From Badung Bali thru to all Villages n Cities in Indonesia.

Semoga bermanfaat.

-The Colony-

Mesin Tetas / Inkubator Otomatis Buatan Sendiri

 

Mesin inkubator full otomatis-digital hasil karya dan design sendiri dengan pengerjaan awal yang memakan waktu sekitar 6-7 bulan. Mesin ini dirancang dengan mempertimbangkan kualitas keseragaman suhu dan kelembaban yang merata di ruang inkubasi, serta efisiensi ruang sehingga kapasitas telur dapat maksimal dengan ukuran mesin yang minimal.

Mesin tetas ini berkapasitas mulai dari 1000 hingga 1300 telur sekali masuk, untuk lebih lengkapnya sillahkan anda untuk menonton video youtube kami.

 

Maggot BSF Sebagai Pakan Berkelanjutan untuk Pakan Unggas

 

Ayam Pelung

 

Di alam liar, serangga adalah bagian alami dari sumber makanan bagi spesies unggas namun saat ini hanya burung saja yang dipelihara saja yang diberi pakan serangga. industri peternakan sedang menghadapi tantangan untuk memberi makan populasi dunia yang semakin meningkat dan masalah ini perlu diatasi secepat mungkin, oleh karena itu kebutuhan protein untuk memberi makan ternak akan semakin meningkat, seiring itu juga limbah yang dihasilkan oleh hewan ternak semakin besar.

Jadi bagaimana jika serangga ini dapat digunakan secara luas untuk menghasilkan sumber protein yang efektif secara biaya dan banyak tersedia sebagai pakan ternak unggas?, solusinya adaah Lalat prajurit hitam (BSF) (Hermetica illucens). BSF dapat di budidayakan dan mencapai ukuran yang pas untuk pakan ternak unggas, BSF ini memiliki siklus hidup yang mengesankan BSF betina dapat bertelur 500 hingga 750 telur sementara larva yang menetas berat badannya dapat meningkat lebih dari 400 kali hanya dalam beberapa hari dan BSF inidapat berkembang dari telur menjadi dewasa dalam 45 hari. BSF ini sudah banyak dibudidayakn dalam skala industri dan sudah mulai digunakan sebagai pengganti tepung ikan.

Produksi BSF dalam skala besar bukan hanya tentang penyelamatan ingkungan dari sampah, tetapi sudah menjadi subjek diskusi untuk Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan berbagai lembaga penelitian internasional karena bertujuan untuk menciptakan dan menjamin kualitas dan keamanan pakan ternak unggas dari BSF. Pakan ternak unggas dari BSF ini mengandung kadar treonin, valin, isoleusin dan leusin yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tepung ikan, selain itu juga BSF sebagai pengurai limbah organik yang dihasikan dari kotoran hewan menjadi kompos, keunggulan lain dari budidaya BSF ini menurut para peneliti, lalat BSF tidak akan menyebarkan penyakit menular.

BSF ini dapat sebagai solusi untuk memberi makan 9 miliar orang yang hidup di bumi pada tahun 2050. Peningkatan produksi makanan berarti tekanan pada tanah, air dan sumber daya energi. BSF dapat memproduksi protein dan gizi untuk unggas yang tidak bersaing dengan produksi makanan manusia. BSF memiliki potensi untuk menghasilkan 200 kali jumlah protein per hektar per tahun dibanding kedelai dan tidak membutuhkan tanah yang subur. Selain itu BSF dapat mengurai biomassa limbah organik dan mengubahnya menjadi sumber protein berkualitas untuk pakan unggas.

Berbagai uji coba oleh para peneliti di seluruh dunia BSF sebagai pakan ternak unggas telah diterbitkan sejak tahun 1970 dan telah menemukan bahwa tepung maggot BSF sangat baik untuk pertumbuhan pada anak ayam (DOC). Baru-baru ini, sebuah percobaan membandingkan hasil anak ayam pedaging yang diberi pakan yang mengandung bungkil kedelai, tepung ikan atau tepung larva BSF pada tahap 5 hingga 6 persen. Hasil menunjukkan bahwa tepung BSF menghasilkan tingkat pertumbuhan yang sama untuk tepung ikan pada periode starter dan sama dengan kedelai pada fase pertumbuhan.

Maggot BSF telah sukses digunakan dalam banyak percobaan pada ayam broiler, dalam satu contoh, ayam broiler yang diberi pakan maggot BSF segar sebesar 25 persen dari pakan utama dapat menghasilkan bobot ayam yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian pakan dengan tepung ikan. Maka dari itu maggot BSF (dibuat tepung atau segar) ini adalah solusi pakan aternatif yang berkelanjutan bagi para peternak unggas.

(Adi | Koloni)

Pengganti Pakan Ternak Di Masa Depan

 

Pengolahan limbah organik

Pada saat ini banyak organisasi pecinta lingkungan untuk menggunakan serangga pengurai alami untuk memberi pakan ternak yang bebas dari bahan- bahan kimia dan sekaligus bisa untuk menangani sampah organik. Dari berbagai penelitian bahwa ada spesies serangga khusus yaitu Black Soldier Fly sebagai alat untuk mengolah nutrisi organik menjadi bahan pakan ternak yang berkualitas tinggi.

Maggot BSF adalah cikal bakal untuk bermetamorfosis menjadi lalat Black Soldier Fly (BSF), maggot BSF ini adalah protein lengkap dengan kandungan lemak, vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi hewan ternak, dalam pakan ternak untuk ayam, sapi dan perikanan, maggot BSF dapat digunakan sebagai pakan tambahan atau bahkan dapat mengganti pakan yang berasal dari tepung ikan, sehingga dapat mengurangi ekploitasi terhadap sumber daya laut di seluruh dunia. Sementara itu protein yang berasal tepung ikan ataupun tepung nabati, sangat membutuhkan sumber daya yang sangat besar mulai dari penggunaan bahan bakar fosil hingga air yang banyak untuk siap diambil hasilnya, hal tersebut sangat tidak efisien dan itu salah satu yang menyebabkan harga pakan menjadi sangat tinggi.

Di sisi lain maggot BSF dapat merubah limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi perkebunan. Limbah organik ini bisa didapatkan dari pabrik pengolah makanan, kafetaria dan restoran dan pasar-pasar tradisional hingga tempat pembuangan sampah akhir. Jika kita dapat menggunakan bahan limbah organik ini untuk budidaya maggot BSF untuk pakan ternak, kita dapat mengurangi limbah sampah organik, mengurangi efek emisi gas rumah kaca sambil mengubah nilai output yang rendah menjadi input yang bernilai tinggi. Selain itu juga beberapa peneliti bahwa maggot BSF bisa digunakan untuk memproduksi untuk biodiesel ataupun sebagai pelumas industri.

maggot BSF sebagai pengurai limbah organik dan pakan ternak memungkinkan kita untuk mendapatkan nutrisi alami ini ke ekosistem lokal, mempertahankan, meningkatkan dan ketersediaan dalam budidaya maggot BSF dapat meningkatkan nilai ekonomis yang tinggi karena pada gilirannya, ketika para peternak dapat mengurangi biaya pakan untuk ternak-ternak mereka, sehingga memiliki keuntungan yang lebih dari ternak yang mereka pelihara.
Lalat BSF ini dapat ditemukan di seluruh dunia. Tidak seperti spesies lalat umum lainnya, mereka bukan serangga penyebar penyakit dan sumber daya luar biasa ini belum banyak digunakan oleh para peternak padahal maggot BSF ini adalah kunci sebagai pengganti pakan aternatif di masa depan.

Di sini kami bersama komunitas yang kami bangun bersama sedang mengerjakan proyek percontohan tentang potensi lingkungan hidup yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat dengan menggunakan maggot BSF sebagai solusinya, baik itu budidaya maggot BSF pada skala industri atau budidaya maggot BSF skala kecil atau rumahan, kesimpulannya dekomposer khusus ini dapat menjembatani kesenjangan antara hasil dan kerja keras para peternak yang selanjutnya mengubah sistem peternakan kita dengan mencari pakan yang berkelanjutan baik itu untuk masa kini dan masa depan.

(Adi | Koloni)